Minggu, 09 September 2012

Makna diBalik Cerita Kancil dan Buaya

Kancil dan Buaya, cerita atau lebih tepatnya dongeng anak-anak yang populer ketika masanya. Tidak tahu apakah cerita/dongeng ini masih populer di jaman sekarang, karena nyatanya ada juga orang jaman sekarang yang tidak tahu dongeng ini. Sungguh dongeng inspiratif yang edukatif.

Flashback pada dongeng Kancil dan Buaya, maka dapat ditebak, tentu saja ada peran yang dimainkan oleh kedua binatang ini. Kancil merupakan ewan darat yang penggambarannya sebagai mamalia yang memiliki kecerdasan dan kecerdikan, lincah, banyak akal dan tidak takut. Sementara Buaya merupakan reptil air yang mendiami sungai, dimana dia digambarkan bertubuh besar, ganas, dengan moncongnya yang bergigi tajam yang bersiap memakan siapa saja yang melintas sungai.

Langsung keceritanya. Dikisahkan pada suatu hari, ada seekor kancil yang hendak menyeberang sungai. Kancil hendak menyeberang sungai karena di dalam hutan memang tidak ada jembatan seperti di kehidupan manusia di kota atau desa. Entah apa sebabnya kancil ingin sekali menyeberang sungai, mungkin karena dia ingin mengindari kejaran manusia yang sewenang-wenang melakukan perburuan, (hihi). Sementara itu, di dalam sungai, bersemayam (tinggal) kawanan buaya yang memang tempat hidupnya di sana. Mengetahui ada kancil yang akan menyeberang, si Buaya bertanya kepada kancil 
Buaya : " hoiiii Kancil, mau kemana engkau"
Kancil : " wahai Buaya, aku mau menyeberang ke sisi hutan yang sana. Apakah gerangan yang salah wahai Buaya perkasa?"
Buaya : "hoi kancil, ini adalah wilayah kekuasaanku. Barang siapa hendak ke sisi sana harus melalui kawananku."
Kancil : "Kalau begitu, aku ingin menyeberang wahai buaya perkasa, seberangkanlah aku kesana."
Buaya : " hahahaaaaaa. Apah, menyeberangkanmu? Tidak akan. Kami akan memakanmu"
Kancil : "....

dst.

Sangat panjang bila saya tuliskan cerita ini. Hanya saja, bila diturut jalan ceritanya maka akan kita ketahui bahwa kancil tetap bisa menyeberang sungai tanpa terluka dan dia berhasil mengelabui si Buaya yang menolongnya. Buaya memang menolong si Kancil, tapi dengan suatu imbalan nyawa. Gila. Kenapa tidak dari awal saja ketika si Kancil naik punggung Buaya, harusnya dijatuhkan saja, lalu dikoyak dan dimakan dengan moncongnya itu? Kenapa harus diseberangkan dahulu, baru disuruh masuk ke dalam mulut Buaya itu sendiri? Siapapun, pasti tidak akan mau mendatangi marabahaya yang mengancam jiwanya kan? Hadeuhhhhhhhh,.

dan Kancil, walaupun dia lincah, cerdas dan cerdik, agaknya sikapnya yang mengelabui Buaya bukan 100% perbuatannya itu dapat dibenarkan. Memang dia dapat terlepas dari maut Buaya, namun Jangan-jangan hal yang dilakukan Kancil itu bisa ditiru oleh sebagian orang. Bisa saja..

Berbagai cara terutama kecerdikan disalahgunakan oleh sebagian orang untuk keselamatannya sendiri atau keuntungannya sendiri. Sungguh licik memang siKancil, dan agaknya hal yang dilakukan kancil itu kemungkinan ditiru oleh para koruptor. Hlohhh. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tergantung dari mana kita menyikapinya. Cerita Kancil dan Buaya bagus namun tetap perlu adanya pendampingan dan arahan dari para orang tua agar siKecil dapat mengambil manfaat cerita yang dibaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar