Rabu, 02 Oktober 2013

MIMPIKU NYATA

Tidak pernah terkira, tidak pernah terduga semua yang aku impikan ternyata menjadi kenyataan. Impianku bukan hanya mimpi sebagai kembang tidur, tapi adalah mimpi/angan/rencana/harapan ke depan.
Beberapa tahun ini, semenjak aku masih SMA aku sering melihat sesuatu yang ternyata keesokan harinya atau beberapa waktu kemudian menjadi nyata. Dan ini adalah mimpi. Dari sekian banyak mimpiku, yang kuingat adalah mimpi melihat bulan kembar dan itu terjadi saat masih kelas X. Sampai beberapa waktu lalu aku masih tidak tahu apakah makna dibalik mimpi yang kualami itu. Yang aku tahu, mimpi serupa yang melihat bulan dialami oleh Jaka Tingkir. Hingga pada suatu waktu aku bertanya pada mbak Romlah (orang Pemalang) mengatakan kalau mimpi yang kualami adalah mimpi yang bagus. Beliau bilang aku harus lebih banyak berikhtiar, berpuasa katanya. Ehm.... terus maknanya tetap saja masih misteri, pertanda apakah itu?
Banyak orang beranggapan kalau mimpi itu adalah bunga tidur, tidak usah dipikirkan katanya. Tapi tetap saja mimpi itu adalah misteri.
Mimpi selanjutnya yang aku alami, ini bisa saja disebut de Javu. Kalau ini aku sering mengalaminya. Seolah kejadian dialam mimpi begitu nyata, hingga pada suatu aktivitas yang aku alami di alam nyata, aku merasa bahwa apa yang aku lakukan ini pernah aku alami, "seperti di dalam mimpi" begitu yang selalu terucap. Jadi seolah-olah aku pernah ke masa depan. Baguskan? Tapi pertanyaannya, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Hanya Tuhan yang tahu...
Uhm, beberapa waktu ini, aku bermimpi aneh sekali. Dalam mimpi itu, aku sedang mencari kekasihku (red-pacarku). Saat itu banyak sekali orang-orang sedang berkerumun, kalau tidak salah semua orang yang berkumpul itu adalah pria. Wajah orang yang kucari jelas sekali, seperti tersorot cahaya. Namun, semakin aku mendekatinya, semakin aku ingin menggapainya, semakin sulit pula aku mendekatinya. Seolah dia menjauh dan kerumunan orang semakin sulit ditembus. Pada saat aku hampir putus asa, berdiri di depanku seorang mas-mas yang kukenal pula. Dia menanyakanku seperti ini "Mbak, sedaang apa sampeyan di sini?". Hah, itu adalah pertanyaan yang sering masnya itu tanyakan tatkala ketemu sama aku. Terus maksudnya apa mimpi itu? Kembali ke pertanyaan itu, aku menjawab kalau "aku sedang mencari mas itu" sambil menunjuk mas yang kucari. Tapi aneh, saat kutunjuk orang itu, dia tidak ada, dan cling,.. aku terbangun sambil kebingungan..
Kali ini masih mimpi tentang pacarku itu. Pada suatu waktu aku mimpi lagi tentangnya. Kali ini tidak ada orang lain kecuali kamu berdua. Dalam mimpi itu kami masing-masing berada di sisi jalan yang berbeda. Jalannya begitu lebar, sehingga ketika aku bicara, maka aku harus berteriak. Saat itu kupandangi wajah masnya. Kutanyai masnya "Mas, kamu mau ngomong apa?". Begitulah, kuulangi lagi namun tidak ada jawaban. Masnya diam, lalu dia berbalik berjalan ketikungan jalan. Seingatku masnya berdiri di bawah lampu lalin, dan ketika kukejar masnya ke arah beloknya lagi, tak pernah kulihat dia lagi. Sudah hilang, dan akupun terbangun dengan kebingungan yang masih sama.
Kenyataannya sekarang, mungkin itu adalah jawaban atas do'aku selama ini. Masnya bukanlah jodohku, tidak ada gunanya aku mengejar masnya, karena semakin ingin aku mendekat maka dia akan semakin menjauh dan akan pergi meninggalkanku, mungkin begitu tafsirannya.

Masih banyak mimpiku yang bisa kutulis, salah satunya adalah mimpi masa kecilku. Ini bukan bunga tidur, tapi adalah impian. Impian yang sebagian besar adalah kenyataan hingga aku sekarang. Dulu waktu kecil, aku sering mengimpikan bahwa aku akan belajar ilmu bumi, dan nyatanya aku sekarang berada di Agroteknologi jurusan Ilmu Tanah. Aku pernah memimpikan bahwa aku ingin keliling setidaknya Indonesia, dan yah, sepertinya sampai umur 24 ini, aku sudah berkeliling walaupun hanya berkutat di Pulau Jawa, heheheheh.
Intinya, tidak ada yang tidak mungkin. Impian hanya akan menjadi mimpi jika kita tidak berusaha, dan mimpi akan menjadi luar biasa kalau kita mau berusaha apalagi kalau kita sudah berhasil...Tidak ada salahnya kita bermimpi. Karena seseorang yang tanpa mimpi bukanlah manusia, tapi robot.
Ini adalah ceritaku..

Rabu, 10 Juli 2013

Untukmu Pohon

Pernahkah kalian berfikir tentang sebuah pohon? atau daunnya?
Sejak kecil aku begitu kagum akan pohon. Aku belajar dari pohon. Banyak pelajaran yang kudapat ketika aku melihat pohon.
Begitu kokohnya sebuah pohon berdiri tegak di atas tanah, bahkan di antara celah batu karang sekalipun. Gagah tinggi menjulang, tidak peduli seberapa sulit atau ganas lingkunganmu, pohon tetap memberikan manfaat bagi banyak makhluk.
Kau (pohon) beri kami oksigen yang merupakan sumber kehidupan bagi kami, kau berikan daunmu, buahmu untuk pengisi perut kami. Kau tidak mengeluhkah pohon? Andai engkau bisa bicara, andai aku bisa mendengarmu bicara, apakah gerangan yang akan kau katakan?
Benarkah kami (manusia) terlalu jahat kepadamu?
Sewaktu kecil, saat kupandangi pohon randu hutan yang menjulang tinggi, aku selalu takjub dan bergumam "alangkah indahnya pohon itu, sangat besar.. amboi, di dahan ada elangnya...cantk."
tapi beberapa waktu kemudian tak kujumpai lagi elang bertengger karena pohonmu telah hilang. ditebang orang.
Pohon, engkau sangat baik pada kami (manusia). walau engkau menyedot air, tapi engkau tetap menjaganya untuk kami.  Engkau tidak rakus. bahkan engkau menjaga sebuah mata air untuk tetap mengalirkan airnya.
Leluhur kami bilang beberapa pohon dikeramatkan, terutama yang dekat dengan mata air. Leluhur tidak pernah bercerita, kenapa pohon dikeramatkan, tapi kini aku tahu pohon mengepa engkau dikeramatkan. Karena engkau menjaga agar tidak terjadi kekeringan kan? 
Pohon, engkau sediakan bagi kami batangmu untuk kami jadikan sebagai rumah maupun hal lainnya. Engkau diam saja. Tidak ada sepatah katapun engkau ucapkan. Walau engkau sudah tidak punya batang atau daun, rembesan air tetap keluar dari bekas gergajianmu pohon. Suatu waktu engkau mampu memunculkan tunas baru, tapi da juga diantaramu yang mati kering. Terkadang kami juga tidak peduli untuk menggantimu pohon, banyak manusia yang tidak peduli untuk mengganti menanam pohon.
Pohon engkau lindungi aku, kami dari teriknya panas siang hari maupun dari rintikanya hujan. Engkau kurangkan kebisingan yang ada, Engkau sediakan keindahan yang tiada taranya.
cabangmu adalah kerumitan seni yang luar biasa. begitu juga dengan akarmu. Kau cengkeram dan jangkar kuat-kuat tanah tempat berpijak. Tak kau biarkan tanah habis, Kau selalu sediakan nutrisi dari daunmu, atau buahmu yang jatuh busuk ke tanah. Kau berikan makanan bagi semua pohon.

Tapi ada satu hal yang kusalut dan kukagumi darimu.
POHON DAN DAUN, tidak pernah terpisah kan?enkau sangat gagah bila bersanding dengan daun, tapi kau terlihat gersang tanpa daunmu. engkau masih hidup tatkala daunmu gugur di musim kemarau atau musim gugur, tapi engkau tidaklah seindah saat kau masih ada daun. benarkan? Tanpa daun mungkin pohon masih bisa hidup, tapi tanpa pohon? daun tidak pernah ada.
Selama proses hidupmu, engkau selalu bersama dengan daun. ketika satu daun jatuh/gugur, maka daun yang gugur akan membusuk dan menjadi nutrisimu. Ketika satu daun jatuh, akan muncul tunas baru. engkau selalu menghijau. Kalian tidak terpisahkan. Bersama, kalian bermanfaat bagi semua. 
Terima kasih pohon.....