Minggu, 09 September 2012

Makna diBalik Cerita Kancil dan Buaya

Kancil dan Buaya, cerita atau lebih tepatnya dongeng anak-anak yang populer ketika masanya. Tidak tahu apakah cerita/dongeng ini masih populer di jaman sekarang, karena nyatanya ada juga orang jaman sekarang yang tidak tahu dongeng ini. Sungguh dongeng inspiratif yang edukatif.

Flashback pada dongeng Kancil dan Buaya, maka dapat ditebak, tentu saja ada peran yang dimainkan oleh kedua binatang ini. Kancil merupakan ewan darat yang penggambarannya sebagai mamalia yang memiliki kecerdasan dan kecerdikan, lincah, banyak akal dan tidak takut. Sementara Buaya merupakan reptil air yang mendiami sungai, dimana dia digambarkan bertubuh besar, ganas, dengan moncongnya yang bergigi tajam yang bersiap memakan siapa saja yang melintas sungai.

Langsung keceritanya. Dikisahkan pada suatu hari, ada seekor kancil yang hendak menyeberang sungai. Kancil hendak menyeberang sungai karena di dalam hutan memang tidak ada jembatan seperti di kehidupan manusia di kota atau desa. Entah apa sebabnya kancil ingin sekali menyeberang sungai, mungkin karena dia ingin mengindari kejaran manusia yang sewenang-wenang melakukan perburuan, (hihi). Sementara itu, di dalam sungai, bersemayam (tinggal) kawanan buaya yang memang tempat hidupnya di sana. Mengetahui ada kancil yang akan menyeberang, si Buaya bertanya kepada kancil 
Buaya : " hoiiii Kancil, mau kemana engkau"
Kancil : " wahai Buaya, aku mau menyeberang ke sisi hutan yang sana. Apakah gerangan yang salah wahai Buaya perkasa?"
Buaya : "hoi kancil, ini adalah wilayah kekuasaanku. Barang siapa hendak ke sisi sana harus melalui kawananku."
Kancil : "Kalau begitu, aku ingin menyeberang wahai buaya perkasa, seberangkanlah aku kesana."
Buaya : " hahahaaaaaa. Apah, menyeberangkanmu? Tidak akan. Kami akan memakanmu"
Kancil : "....

dst.

Sangat panjang bila saya tuliskan cerita ini. Hanya saja, bila diturut jalan ceritanya maka akan kita ketahui bahwa kancil tetap bisa menyeberang sungai tanpa terluka dan dia berhasil mengelabui si Buaya yang menolongnya. Buaya memang menolong si Kancil, tapi dengan suatu imbalan nyawa. Gila. Kenapa tidak dari awal saja ketika si Kancil naik punggung Buaya, harusnya dijatuhkan saja, lalu dikoyak dan dimakan dengan moncongnya itu? Kenapa harus diseberangkan dahulu, baru disuruh masuk ke dalam mulut Buaya itu sendiri? Siapapun, pasti tidak akan mau mendatangi marabahaya yang mengancam jiwanya kan? Hadeuhhhhhhhh,.

dan Kancil, walaupun dia lincah, cerdas dan cerdik, agaknya sikapnya yang mengelabui Buaya bukan 100% perbuatannya itu dapat dibenarkan. Memang dia dapat terlepas dari maut Buaya, namun Jangan-jangan hal yang dilakukan Kancil itu bisa ditiru oleh sebagian orang. Bisa saja..

Berbagai cara terutama kecerdikan disalahgunakan oleh sebagian orang untuk keselamatannya sendiri atau keuntungannya sendiri. Sungguh licik memang siKancil, dan agaknya hal yang dilakukan kancil itu kemungkinan ditiru oleh para koruptor. Hlohhh. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi, tergantung dari mana kita menyikapinya. Cerita Kancil dan Buaya bagus namun tetap perlu adanya pendampingan dan arahan dari para orang tua agar siKecil dapat mengambil manfaat cerita yang dibaca.

Kamis, 06 September 2012

SISTEM PENGKASTAAN
"Benarkah Kasta Sudah Hilang/Terhapuskan?"

Kasta merupakan perkumpulan tukang-tukang, atau orang-orang ahli dalam bidang tertentu yang pembagian manusia dalam masyarakat terdiri dari:
  1. Kasta Brahmana, para pekerja di bidang spiritual ; sulinggih, pandita dan rohaniawan.
  2. Kasta Ksatria, para kepala dan anggota lembaga pemerintahan.
  3. Kasta Waisya, para pekerja di bidang ekonomi
  4. Kasta Sudra, para pekerja yang mempunyai tugas melayani/membantu ketiga Kasta di atas.
Sedangkan di luar sistem Catur Warna tersebut, ada pula istilah :
  1. Kaum Paria, Golongan orang terbuang yang dianggap hina karena telah melakukan suatu kesalahan besar
  2. Kaum Candala, Golongan orang yang berasal dari Perkawinan Antar Kasta

Sistem ini merupakan bentuk pelapisan sosial yang paling kaku dan mempunyai garis batas yang paling jelas, bahkan sering juga disebut sebagai bentuk yang ekstrem dari sistem kelas tertutup. Seseorang yang dilahirkan dari suatu kasta otomatis masuk ke dalam kasta orang tuanya dan tidak dapat mengingkarinya. Akan tetapi, apabila seseorang melanggar pantangan dan norma dari kastanya, ia akan diasingkan dan dikucilkan dari masyarakatnya. Dalam sistem kasta kualitas seseorang tidak diperhitungkan dalam menentukan kastanya, melainkan ditentukan oleh faktor keturunan.

Sistem Kasta sudah lama tidak terdengar di bumi pertiwi. Sistem ini adalah sistem pada masa kerajaan Hindu-Budha seperti yang pernah dituliskan dalam buku-buku sejarah. Pertanyaan yang muncul di benak saya, Benarkah sistem kasta sudah terhapus dari bumi Indonesia? Memang sekarang kita tidak menjumpai kasta. namun kalau dilihat lebih mendalam/teliti, sistem kasta tetap saja ada di masyarakat ini., hanya saja namanya berubah menjadi kelas sosial dan kelas ekonomi. 
Walaupun saat ini yang paling menonjol ditentukan oleh kondisi sosial dan ekonomi, kelas sosial tetap tak memiliki batasan jelas yang membedakan kelas satu dengan lainnya. Masing-masing menggunakan batasan lunak. Dalam hal konsumerisme, misalnya, kelas bawah dikatakan irasional saat berbelanja, cenderung berorientasi jangka pendek tanpa bisa berpikir untuk jangka panjang.
Kelas menengah akan memilih produk yang memang mencitrakan kelas, yang banyak menjadi rujukan di kalangan mereka. Selain itu, mereka juga sangat mungkin melirik produk-produk masyarakat kelas atas, tapi membeli yang sesuai dengan daya beli mereka. Sementara kelas atas sendiri mayoritas memilih produk dengan sangat selektif dan biasanya bermerek global, mencitrakan kelas mereka. Itu yang umum terjadi, tapi nggak jarang juga masyarakat kelas menengah irasional saat berbelanja, atau kelas atas membeli barang buatan lokal yang banyak dijual bebas dan murah. Ini yang disebut sebagai batas lunak, tak ada patokan yang pasti.
Realitasnya, kelas sosial jadi patokan orang bersikap. Yang kaya yang punya segalanya, sedangkan yang miskin makin dipersulit dengan birokrasi maupun bonus sikap sinis dari banyak pihak. Kelas sosial pun jadi tolok ukur bagaimana seseorang diperlakukan. Timbul kesenjangan di tiap kelas yang akhirnya menumbuhkan stereotipe tertentu, seperti orang miskin akan selamanya ada di bawah, atau orang kaya seumur hidup berhak hidup makmur dalam kemewahan. Diskriminatif.
di luar sisi negatif itu, lewat pembagian kelas tersirat inilah berbagai persoalan, mulai dari politik sampai yang berhubungan dengan perekonomian, dapat dianalisis. Ibarat menilik pasar, subjek dan objek dalam perpolitikan maupun perekonomian adalah masyarakat, karena itulah untuk menyasar secara tepat, siapa pun harus tahu kelas terbesar yang mendominasi beserta karakteristiknya untuk menentukan strategi kampanye maupun marketing.
Mungkinkah jurang pemisah itu ditiadakan, mengingat banyak hal yang solusinya diperoleh dari pemisahan kelas dalam masyarakat? Tidak. Selama masih ada masyarakat, kelas sosial senantiasa hidup di dalamnya dan jadi label penanda. Seseorang dinilai bukan dari perbuatan atau prestasinya semata, tapi juga di posisi ekonomi mana dia berada, itulah “hukum alam” yang harus dihadapi saat ini. 
masalah kelas sosial dan ekonomi, akhirnya berimbas kearah dunia pendidikan. orang yang memiliki kelas sosial dan ekonomi tinggilah yang dapat mengenyam dan menikmati pendidikan tinggi. tidak banyak kelas sosial dan ekonomi rendah yang dapat menikmatinya. bukan salah kelas sosial menurut saya, tapi karena biaya hidup dan harga-harga yang mahal di negeri ini, menyebabkan masyarakat kelas kecil tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan itu. sungguh ironis, ketika sebelumnya negara kita merupakan negara yang notabene merupakan negara makmur dijaman dulu, (Majapahit -  Sriwijaya), dimana pendidikan dan karya-karya sastra bernilai dihasilkan, sekarang sudah jauh berbeda. orang-orang yang sebenarnya pintar, seorang intelek, namun karena ekonominya membuatnya tidak bisa mengenyam pendidikan yang layak, yah..., berakhirlah dia sebagai orang-orang biasa saja, namun dengan pemikiran yang tetap luar biasa.

Sumber:
http://wikipedia.com
dan dari banyak sumber

Rabu, 05 September 2012

arsitektur akar
suatu kelebihan tanaman dalam mempertahankan hidup dan keajaiban alam

ketika hawa siang sangat panas, terkadang jika kita berada dibawah pohon/berteduh, maka hawanya berubah menjadi segar. tidak ada rasa panas dan gerah ketika sedang berada di bawah pohon tatkala suhu luar sangat panas. penyebab pohon dapat merubah iklim mikro karena pohon ketika berfotosintesis, akan menghasilkan energi, O2 dan uap air. O2 dan ap air inilah yang menyebabkan suhu mikro menjadi sejuk dan segar.
ketika musim panas seperti sekarang ini, terkadang beberapa pohon mulai meranggas daun-daunnya. dapat terlihat bahwa ketika daun-daun mulai menggugur, maka terlihat suatu kerumitan pada percabangan pohon. banyaknya cabang yang kemudian menyabang lagi mungkin bagi banyak orang tidak dipedulikan bahkan kadang mungkin banyak orang berpikir "masa bodoh" pada pohon ya? sebagian besar orang hanya melihat pohon dari segi ekonoms saja. terkadang untuk melihat dari sisi yang artistik atau lainnya orang belum melakukan itu.
itu baru pohon yang tampak di atas tanah. belum yang terkubur di dalam tanah. bagian tanaman yang terkubur di dalam tanah tentu saja adalah akar. bagi sebagian orang akar diartikan sebagai penyangga tanaman agar dapat berdiri tegak, alat untuk menyerap hara yang digunakan untuk bahan fotosintesis, dan juga untuk melindungi tanah dari erosi. memang hal itu benar, itu adalah fungsinya.
akar itu sangat rumit. bukan cuma fungsinya saja yang rumit, bentuknya saja juga rumit. ukurannya, kemampuannya dan juga warnanya juga rumit. kehidupan di sekitar perakaran juga rumit. Tidak terkira bahwa ternyata disekitar perakaran banyak sekali kehidupan. baik itu mikroba maupun makrofauna dan floranya.
berbeda tanaman, struktur perakarannya berbeda. berbeda tempat hidup, jumlah dan populasi biota juga berbeda. arsitek akarnya juga berbeda. ketika suatu tanaman tumbuh ditempat yang berbatu, maka posisi akarnya menjadi sangat ruwet, padahal ditempat yang biasa saja, akar tanaman sudah ruwet. ada tanaman yang perakarannya terus menembus kebawah (tunggang)  dengan sedikit akar serabutnya begitu juga kebalikannya. ada tanaman yang lebih banyak memiliki akar yang ke arah horisontal maupun vertikal tergantung dari jenis tanaman atau lokasi tumbuh.
akar akasia
akar pohon bawangan



Senin, 13 Agustus 2012

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
AAAaaaaaaaaaaaaaAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaa
a
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
  aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
                                                aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
          aaaaaaaaaaaaaaaa       aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Rabu, 08 Agustus 2012

Konservasi Tanah


Tanaman perkebunan banyak diusahakan pada lahan dengan kemiringan agak curam, sehingga dapat terjadi erosi yang menjadi salah satu penyebab kemunduran kualitas tanah dan berdampak pada penurunan
produktivitas lahan.  Guna mengurangi erosi sampai batas erosi yang dapat diabaikan (tolerable soil loss), maka beberapa tindakan pengendalian erosi perlu dilakukan, terutama pada saat tanaman masih relatif muda atau tingkat penutupan lahan relatif rendah.   Beberapa alternatif teknik konservasi yang dapat dipilih adalah sebagai berikut:
1. Penanaman tanaman penutup tanah
Tanaman penutup tanah adalah tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman erosi serta memperbaiki sifat kimia dan fisik tanah.
Tanaman penutup berfungsi untuk menahan dan mengurangi daya rusak butir-butir hujan dan aliran permukaan, sebagai sumber pupuk organik, dan untuk menghindari dilakukannya penyiangan yang intensif. Penyiangan intensif dapat menyebabkan tergerusnya lapisan atas tanah. Untuk menghindari persaingan antara tanaman penutup dengan tanaman utama, dapat dilakukan penyiangan melingkar (ring weeding).  

Tanaman yang digunakan sebagai tanaman penutup memerlukan persyaratan berikut:  (a) mudah diperbanyak; (b) sistem perakaran tidak menimbulkan kompetisi dengan tanaman utama; (c) tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun; (d) tidak mensyaratkan tingkat kesuburan yang tinggi; (e) toleran terhadap pemangkasan, resisten terhadap hama, penyakit, kekeringan,  naungan, dan injakan; (f) mampu menekan pertumbuhan gulma; (g) tidak akan berubah menjadi gulma; dan (h) tidak mempunyai sifat-sifat yang mengganggu seperti duri dan sulur-sulur yang membelit. Beberapa jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman penutup tanah di lahan perkebunan antara lain:  Arachis pintoii, Centrosema pubescens, Calopogonium muconoides, Mucuna  sp., dan tanaman legum menjalar lainnya.
2. Strip rumput alami
 Merupakan teknik konservasi dengan cara membiarkan sebagian tanah pada barisan/strip sejajar kontur
(di antara tanaman perkebunan) ditumbuhi rumput secara alami selebar 20-30 cm.

Strip rumput bermanfaat untuk konservasi tanah dengan cara mengurangi kuatnya aliran permukaan. Selain
itu strip rumput juga dapat berfungsi sebagai sumber pakan ternak. Dengan berjalannya  waktu (3-4 tahun setelah aplikasi), strip rumput alami dapat membentuk teras kredit.
3. Rorak
Rorak adalah lubang yang dibuat di bidang olah atau saluran peresapan sebagai tempat penampungan air aliran permukaan dan sedimen. Ukuran rorak yang umum digunakan pada lahan usaha tani tanaman perkebunan adalah panjang 50-100 cm, lebar 50 cm, dan dalam 30-50 cm.
Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan rorak adalah air hanya boleh tergenang beberapa saat. Apabila penggenangan berlanjut dikhawatirkan akan menimbulkan masalah berupa penyakit yang dapat menyerang tanaman. Selain berfungsi untuk menampung sedimen (sediment trap) dan menyalurkan air, rorak juga dapat menampung serasah, sehingga rorak dapat berfungsi sebagai fasilitas untuk aplikasi mulsa vertikal . Rorak juga dapat merangsang pertumbuhan akar baru, yang berdampak pada peningkatan produksi tanaman kopi.
4.  Sistem multistrata
Merupakan konservasi tanah dengan cara penanaman tanaman buah-buahan, kayu-kayuan, dan/atau tanaman legum multiguna (multipurpose leguminous) di antara tanaman perkebunan (tanaman utama), sehingga tercipta komunitas tanaman dengan berbagai strata tajuk.  Dengan kondisi yang demikian, hanya sebagian kecil saja air hujan yang langsung jatuh ke permukaan tanah. Selain menguntungkan dari segi konservasi tanah, penerapan sistem multistrata dapat memberikan keuntungan lain, diantaranya (1) tersedianya naungan untuk tanaman utama sehingga dapat menekan pertumbuhan gulma; (2) pangkasan dari tanaman legum pohonan dapat berfungsi sebagai sumber mulsa dan pupuk hijau; dan  (3) tanaman lainnya yang ditanam dalam sistem multistrata dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Sumber : Balit Tanah






Senin, 06 Agustus 2012

MENGENANG SASTRA KLASIK
"hikajat dan dongeng jawa purba"

sebuah buku bertahun 1974 yang merupakan kumpulan dari dongeng-dongeng, mitologi dan sejarah masyarakat yang ada d Indonesia. banyak hal yang bisa dipetik dan diperoleh dari buku ini. nilai-nilai moral, sejarah, kepahlawanan, kejujuran, kesetiakawanan dan sebagainya menjadikan buku ini sangat menarik buat saya.
tidak banyak generasi muda yang tahu dan mengerti adanya buku ini. bahasa yang digunakan dalam penulisan buku ini mampu mmbuat seolah-olah kita berada di dunia cerita yang dituliskan. banyak mitologi-mitologi yangdisajikan dalam buku ini. mitologi yang mana bila dicari keberadaannya sungguh apik dan nyata. diantaranya adalah cerita tentang Brawijaya Ciung Wanara dan Raja Mundangwangi. nama-nama itu adalah nama-nama raja tanah jawa yang kemungkinan tidak banyak diketahui oleh orang banyak.
Raja Mundangwangi merupakan raja di kerajaan Siliwangi, sedangkan Brawijaya Ciung Wanara merupakan pendiri dari Majapahit. kedua nama ini saling berikatan karena mereka adalah keluarga.
kemudian, ketika kita mendenga Pasopati, barangkali kita akan mengira bahwa itu adalah FC dari Persis Solo. memang ada kaitannya barangkali. nama Pasopati sendiri merupakan nama seorang alim yang pertamakali menganut agama islam di pulau jawa dan namanya diabadian oleh raja (lupa saya)karena kejujuran dan kesalihannya membuktikan bahwa Allah maha Adil dan Mengetahui lewat keris yang dibawa lahir oleh putra raja.
adanya cinta dan pembangkangan menyebabkan Tisna Wati sang putri dari Batara Guru berubah menjadi sebatang padi seperti Dewi Sri. Tisna wati merupakan putri Batara Guru yang beliau kutuk karena melanggar ketentuan kahyangan dimana seorang dewa/dewi tidak boleh menyukai manusia apalagi menikahinya. tisna wati dikutuk bersama dengan pemuda desa menjadi batang padi yang menguning dimana bulirnya telah menua sehingga merunduk dan seolah-olah membentuk hati. sungguh indah....
masih banyak lagi hal-hal menarik dari buku ini, seperti asal mula tebu di pulau jawa, lutung kasarung, dewi ngalima, desa polaman, dan sebagainya. sayang buku ini sudah tidak terbit lagi, padahal banyak hal yang bisa diperoleh. kesombongan, ketamakan, pemangkangan, kelicikan, semuana akan kalah oleh yang namanya kebaikan, kejujuran dan sifat welas asih. sungguh beruntung saya masih bisa membaca buku ini., salah satu buku terindah yang saya baca...